Postur tubuh menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan di masyarakat. Postur dianggap sebagai salah satu daya tarik seseorang, sehingga postur yang baik dapat menambah kepercayaan diri seseorang. Banyak orang yang juga tidak tahu bagaimana caranya untuk mendapatkan dan mempertahankan postur yang baik. Pengertian dari postur sendiri adalah posisi yang dapat menopang tubuh saat duduk, berdiri, atau berbaring (Shintya et.al.,2024). Di era Instagram dan TikTok, penampilan bukan cuma soal outfit atau filter kece, tapi juga bagaimana tubuh kita “berbicara” lewat postur. Banyak orang mungkin nggak sadar, tapi postur tubuh yang tegap bisa membuat foto semakin estetik dan aura percaya diri lebih terpancar. Disinilah fisioterapi punya peran penting buat Gen Z yang ingin tampil keren sekaligus sehat. Postur yang buruk, seperti membungkuk atau duduk terlalu lama dalam posisi tidak nyaman, bisa menyebabkan masalah seperti nyeri punggung, ketegangan otot, dan masalah lainnya seperti kifosis, scoliosis,lordosis dan forward head postur (Washfanabila et.,al. 2018). Jika dilihat dari samping, kepala dan leher berada di anterior garis vertikal tubuh, suatu kondisi yang disebut forward head posture (FHP) pada gangguan postur. Salah satu penyebab kondisi ini adalah melakukan tugas sehari-hari dengan posture buruk, leher mungkin membungkuk ke depan dan condong ke depan. Instagrammable, biasanya identik dengan spot foto atau outfit. Tapi sebenarnya, tubuh kita juga bisa Instagrammable kalau posturnya tegap, seimbang, dan natural. Postur yang baik berarti: Pundak tidak bungkuk. Punggung lurus, bukan melengkung ke depan. Leher tegak, bukan menunduk akibat kebanyakan scroll HP. Postur & Body Image: Kok Nyambung? Banyak Gen Z merasa kurang percaya diri karena membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Tapi percaya atau tidak, body image bukan cuma soal bentuk tubuh, tapi juga soal bagaimana kita membawanya. Postur bungkuk ? kesannya lelah, minder, atau kurang berenergi. Postur tegap ? terlihat percaya diri, terbuka, dan siap menghadapi dunia Bahkan penelitian menunjukkan bahwa orang dengan postur tegak cenderung dinilai lebih positif dan punya energi sosial yang kuat. Jadi, sebelum mikir filter, coba perbaiki dulu postur! Cara Mencegah Postur yang Buruk Postur yang baik tidak terbentuk dalam semalam. Kuncinya adalah membangun kebiasaan yang mendukung keseimbangan tubuh. Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah postur yang buruk. Perhatikan Posisi Duduk Punggung tersandar dengan baik. Bahu rileks, tidak membungkuk. Kedua telapak kaki menapak lantai. Lutut membentuk sudut sekitar 90°. Layar komputer sejajar dengan tinggi mata. Hindari Menunduk Terlalu Lama Saat Bermain Gadget. Kebiasaan melihat layar ponsel dengan kepala menunduk dapat menyebabkan forward head posture atau kepala maju ke depan. Angkat ponsel setinggi mata. Batasi penggunaan gadget dalam posisi yang sama terlalu lama. Lakukan peregangan leher setiap 30–60 menit. Olahraga Rutin. Olahraga secara teratur merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga postur tubuh tetap sehat Perhatikan Postur Saat Berdiri. Berdiri dengan tegap bukan berarti kaku. Pastikan kepala sejajar, bahu rileks, dada terbuka, dan berat badan seimbang pada kedua kaki. Postur yang baik membuat tubuh lebih nyaman, terlihat lebih percaya diri, dan membantu mencegah nyeri akibat posisi tubuh yang salah. Daftar Pustaka Hasmar, W., Sari, I. P., 2022. Efektifitas Chin Tuck Exercise Terhadap Peningkatan Aktifitas Fungsional Cervical Pada Pembatik. Jurnal Kesehatan, 16(2), 96-101. Lee, G. Bin, Priefer, D. T., & Priefer, R. (2022). Scoliosis: Causes and Treatments. Adolescents, 2(2), 220–234. Shintya, A. R., Rahmawati, N. A., Prasetia, A., & Ronawati, D. D. (2024). Edukasi Manfaat Stretching Untuk Mengatasi Musculoskeletal Disorders Pada Komunitas Guru SMPN 1 Dau `Malang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(9), 4185-4191. Washfanabila, K., Rikmasari, R., & Adenan, A. (2018). Hubungan kebiasaan buruk postur tubuh dengan bunyi kliking sendi temporomandibula. Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students, 2(1), 36-45. 
Tips:
Dipublikasikan : 2026-07-14 13:33:11
Writer : Hilda Dea Revani S.ft., Ftr., M.Kes
Published : 2026-07-14 13:33:11
Writer : Firnanda Erindia, S. Kep., Ns., M. Kep
Published : 2026-06-11 16:30:02
Writer : Firnanda Erindia, S. Kep., Ns., M. Kep
Published : 2026-05-11 11:06:50
Writer : Dr. Yura Witsqa Firmansyah, S.K.M., M.Kes
Published : 2026-04-20 08:49:13
Writer : Novita Fajriyah, S.Kep., Ns., M.Kep
Published : 2026-03-27 07:46:56
Writer : Dr. Yura Witsqa Firmansyah, S.K.M., M.Kes
Published : 2026-03-09 13:19:05
Writer : Ns. Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K
Published : 2026-02-13 09:40:41
Writer : Ns Siti Hardiyanti, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.K
Published : 2026-01-23 09:34:09
| Next » | Last |
Sebagai tempat praktik klinik mendukung mahasiswa STIKes Adi Husada dalam mengembangkan ilmu keperawatan menjadikan seorang perawat profesional dan mampu bersaing, Rumah Sakit Adi Husada Undaan Wetan melakukan seleksi penerimaan tenaga kesehatan perawat untuk lulusan STIKes Adi Husada.